8/25/2009

2 Parameter pada 2 Kehidupan

hadits_parameter.gif

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Allah swt tidak akan melihat kemolekan wajahmu dan kekayaanmu, tetapi Allah akan melihat hati dan amal perbuatanmu.” (HR. Muslim).

Hadits ini menuturkan kepada kita adanya dua parameter pada dua fase kehidupan kita yaitu di dunia dan di akhirat. Pada kehidupan di dunia kebanyakan manusia akan memberikan penilaian terhadap manusia berdasarkan tampilan dan kekayaannya. Orang akan terpesona atau hormat kepada orang yang lebih cantik atau tampan. Atau juga orang kaya lebih dihormati daripada orang miskin. Sering jeritan rakyat kecil tidak digubris oleh pemerintah kita. Sedang kalau yang meminta adalah pengusaha, maka akan segera dikeluarkan peraturan untuk melindunginya.

Pada fase kedua, yaitu kehidupan di akhirat, Allah swt akan menilai hati dan amal perbuatan kita didunia. Hati dan amal merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Tidak bisa kita mempunyai niat baik tapi bertindak merampas hak orang lain. Atau ada orang yang berpendapat “Yang penting ingat Allah tapi tak perlu sholat.” Sementara itu, amal kita juga tidak diterima bila kita tidak mengharapkan ridha Allah. Seperti, melakukan sholat karena ingin dilihat mertua dan contoh lainnya.

Bagi seorang muslim yang diutamakan adalah menjaga dua parameter yang dilihat Allah dengan tidak melupakan dua parameter yang dilihat manusia. Jadi, jangan sekali-kali mengenyampingkan hati dan perbuatan kita karena itulah bekal kita di kehidupan yang kekal kelak.

Wallahu a’lam bish showab.

smile_icon.gif gatot h. pramono
http://kultum.wordpress.com/2007/03/09/2-parameter-pada-2-kehidupan/

Bertemu yang Dicinta

Mungkin pernah diantara kita yang lagi punya idola seorang penyanyi. Yang kita lakukan adalah mengoleksi kaset atau CDnya. Sering mendendangkannya kapan saja. Sampai sebelum tidurpun kita masih lantunkan. Maka ketika penyanyi tersebut mengadakan konser dikota kita, kita udah pesan tiketnya jauh hari – takut kalau tidak kebagian. Semua agenda atau janji dibatalkan demi ingin menghadiri konsernya.

Bandingkan dengan bagaimana hubungan kita dengan Allah SWT. Apakah kita benar-benar mencintai Allah SWT? Mungkin kalau kita buka koleksi kaset dan CD kita tidak ada koleksi tilawah Al Quran atau nasyid Islami. Sudah berapa seringkah kita mengulang hafalan Al Quran kita? Atau seringkah kita mendendangkan nasyid dikala senggang kita?

Sudahkah kita mempersiapkan pertemuan kita dengan Allah SWT? Atau mungkin, na udzu billahi min dzalik, tidak terpikir sama sekali. Kalau kita tidak pernah berpikir ingin ketemu Allah maka kelihatannya sulit bagi kita untuk bertemu. Allah hanya akan menemui hambaNya yang rindu ingin bertemu denganNya.

Seharusnya kita punya keinginan yang sangat untuk bertemu dengan Allah SWT sehingga kita akan mempersiapkan untuk bertemu dengannya. Seperti cerita diatas, kita juga harus mempersiapkan pertemuan dengan Sang Pencipta. Lakukan amal yang disenangi dan jauhi apa yang dilarang. Dan kita tidak tahu kapan Allah akan memanggil kita meninggalkan dunia ini. Maka bersegeralah untuk meningkatkan iman, taqwa dan amal kita. Sehingga kapanpun sakaratul maut menjemput: “I am looking forward to see you Allah”

QS 51 ayat 50

“Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. ” QS Adz Dzariyat 50

gatot h. pramono

http://kultum.wordpress.com/2007/03/12/bertemu-yang-dicinta/

Meraih Derajat Tertinggi

Memang kita bukan nabi, tetapi inginkah kita disejajarkan dengan Nabi Muhammad saw?

Memang kita bukan orang yang jujur, tetapi inginkah kedudukan kita sama dengan Abu Bakar ra?

Memang kita belum tentu mati syahid, tetapi inginkah kita berkedudukan sama seperti Hamzah ra?

Jawabannya: bisa, untuk mendapatkan derajat yang sama seperti mereka telah disebutkan dalam QS. An-Nisaa’ 69:

qs04_69.png

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Jadi singkatnya: ikutilah perintah Allah dan Rasul-Nya maka kita akan meraih kedudukan seperti orang yang telah Allah beri nikmat yang besar atas mereka.

Tapi apakah hanya itu saja caranya? Ternyata peluang yang sama juga diberikan kepada pedagang yang jujur dan dapat dipercaya seperti pada hadits berikut:

hd_pedagang.png

Sahabat Abi Sa’id Al-khudri ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya, kelak pada hari kiamat akan mendapat kedudukan bersama para nabi, para shiddiqin, dan para syuhada’.” (HR. Timidzi dan termasuk hadis hasan).

Pedagang dalam hadits ini bisa juga dimaksudkan karyawan. Begitu besar hikmahnya bila kita bisa menjadi orang yang jujur dan amanat. Dan dengan semangat yang tersirat dalam hadits ini, marilah kita bekerja dengan kejujuran dan kepercayaan.

Semoga kita dapat mencapai derajat yang tinggi baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Wallahu a’lam bish showab,

smile_icon.gif gatot h. pramono

http://kultum.wordpress.com/2007/03/21/meraih-derajat-tertinggi/

13 Alasan Agar Sholat Lebih Khusuk

Dari banyak ibadah kita kepada Allah SWT, ada satu ibadah yang merupakan kunci dari seluruh ibadah dan amal yang lain dimana kalau kita berhasil melakukannya maka akan terbuka ibadah atau amal yang lain. Kunci dari segala ibadah adalah sholat.

hds-sholat2.gif

“Amal yang pertama kali ditanyai Allah pada seorang hamba di hari kiamat nanti adalah sholat. Bila sholatnya dapat diterima, maka akan diterima seluruh amalnya, dan bila sholatnya ditolak, akan tertolah seluruh amalnya.”

Pada kenyataannya, bagaimana amalan sholat kita pada umumnya? Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:
hds-tdk-sholat.gif

“Akan datang satu masa atas manusia, mereka melakukan sholat namun pada hakikatnya mereka tidak sholat.”

Banyak dari kita menganggap bahwa sholat adalah suatu perintah bukan suatu kebutuhan. Jadi sholat sering dianggap suatu beban dan hanya bersifat menggugurkan kewajiban. Betapa sering kita rasanya malas untuk sholat, sholat sambil memikirkan pekerjaan, sholat secepat kilat tanpa tumakninah, mengakhirkan waktu sholat atau bahkan lupa berapa rakaat yang telah dilakukan.

Padahal kunci amal ibadah kita adalah sholat. Jadi, kita bisa memasang strategi dalam hidup dengan memperbaiki sholat kita terlebih dahulu sehingga amalan yang lain akan mengikuti. Dan hal ini butuh suatu kesungguhan untuk mencapainya. Tahap awal untuk mencapai kekhusukan sholat adalah mengetahui kegunaan bagi diri kita apabila kita dapat melakukan sholat dengan khusuk. Berikut adalah 13 alasan mengapa kita perlu khusuk dalam sholat:

1. Mendapatkan keberuntungan yang besar, yaitu masuk dalam surga firdaus. Hal ini tersebut dalam QS. Al Mukminun 2 dan 11:

qs-mukminun-11.gifqs-mukminun-2.gif

2. Solusi terhadap permasalahan kita.

qs-2-45.gif

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’” (QS. Al Baqarah 45)

Bila ada problema hidup maka sholatlah, bila ada keiinginan sholatlah, bila akan marah sholatlah. Maka ketika akan bertemu dua kekuatan utama pada perang Badar, Rosululloh SAW sholat dan bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan kemenangan dalam perang.

3. Mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS. Al Ankabut 45)

qs-al-ankabut-45.gif

Karena sholat khusuk hanya bisa dilaksanakan dengan menghadirkan perasaan dekatnya Allah SWT, maka bila akan berbuat maksiyat akan ingat akan Allah SWT.

4. Melembutkan hati. Terkadang hati kita menjadi keras karena kesibukan dalam bekerja atau menghadapi masalah kehidupan. Dengan sholat yang khusuk, hati menjadi lebih lunak karena kita seringnya kita berserah diri dan merendah dihadapan Allah SWT.

5. Memupuk kesabaran. Dengan sholat yang dilaksanakan dengan tumakninah, maka diperlukan waktu beberapa saat untuk sholat; tidak dengan tergesa-gesa. Hal ini akan memupuk rasa kesabaran kita.

6. Menghapuskan dosa. Didalam suatu hadits disebutkan bahwa dosa-dosa kecil kita akan dihapus diantara sholat 5 waktu. Tentu saja hal ini bila kita menghayati bacaan didalam duduk diantara dua sujud rabbighfirli dan wa’fu’anni.

7. Menyembuhkan penyakit. Prof. M. Sholeh dari Universitas Airlangga Surabaya telah meneliti bahwa sholat malam bisa meningkatkan imunitas tubuh kita. halat bisa mencegah naik turunnya hormon kortisol yang berperan sebagai indikator stres. Sedangkan stres merupakan salah satu faktor utama pemicu penyakit, termasuk kanker. Yang sederhana saja, bila kita sedang pening atau sakit gigi maka sholatlah dengan khusuk maka rasa sakit tersebut akan hilang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada pendapat bahwa sholat juga merupakan sarana terbaik untuk bermeditasi.

8. Menunggu-nunggu waktu sholat. Karena sholat adalah kesempatan untuk bermunajat, berdialog dan mencurahkan hati ke Yang Maha Kuasa, maka waktu sholat akan selalu ditunggu. Pekerjaan rumah, rapat atau aktifitas lain akan diberhentikan 10-15 menit sebelum waktu sholat sehingga memberi kesempatan untuk sholat berjamaah di masjid. Perasaan untuk menunggu waktu sholat adalah seperti seorang perjaka yang menunggu waktu untuk bertemu yang dicinta.

9. Mempersiapkan sholat dengan sebaiknya. Karena kita merasa akan bertemu dengan Yang Maha Agung, maka pakaian akan diperhatikan seperti baju koko, kopyah dan sarung digunakan yang bersih. Tidak lupa minyak wangi juga dipakai agar harum ketika bertemu dengan Yang Maha Pencipta.

10. Menangis dalam sholat. Kesejukan dalam sholat akan membawa hati untuk bersyukur dan mohon ampun kepada Allah SWT. Tidak terasa air mata akan mengalir bahkan ketika sholat Dhuhur di masjid kantor.

11. Merasa sedih ketika sholat akan selesai. Tertanam rasa ingin berlama-lama dengan Yang Maha Pengasih. Ketika tasyahud akhir rasanya tidak ingin menyelesaikan sholat.

12. Merasakan nikmatnya sholat di masjid. Akan terasa suasana sholat di masjid lebih indah dibandingkan sholat di rumah. Sehingga, keinginan untuk sholat berjamaah di masjid akan selalu ada. Maka tidak heran ketika sahabat Umar ra menjual kebunnya dikarenakan terlupa sholat jamaah di masjid karena sibuk mengurus kebunnnya.

13. Tetap khusuk dalam berzikir. Terkadang dzikir yang kita lantunkan setelah sholat fardhu hanya mengalir sebatas di mulut saja tanpa penghayatan dalam hati kita. Setelah sholat dengan khusuk, maka kekhusukan tersebut akan berlanjut hingga kita berdzikir.

Allahumma a’inni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika. Ya Allah, bantulah aku dalam mengingatMu dan dan bersyukur kepadaMu dan perbaiki ibadahku.

Wallahu a’lam bish showab.

gatot h. pramono

http://kultum.wordpress.com/2007/11/01/13-alasan-agar-sholat-lebih-khusuk/